Sekolah Kebangsaan 2016: Ingat Akan Perjuangan Pahlawan

Veteran yang turut hadir dalam acara Sekolah Kebangsaan.

Veteran yang turut hadir dalam acara Sekolah Kebangsaan.

Hari Selasa (1/11) Sinlui (sapaan akrab SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya) menjadi tuan rumah penyelenggaraan “Sekolah Kebangsaan dalam Rangka Memperingati Hari Pahlawan 2016”. Acara yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surabaya sejak tahun 2010 berlangsung di lapangan basket Sinlui dan diikuti oleh siswa kelas X MIPA 1 – 5 Sinlui, serta pelajar dari tingkat SD hingga SMA di Surabaya. Tujuan dari orasi kebangsaan tersebut untuk memberi pengertian kepada anak-anak bahwa Surabaya menjadi Kota Pahlawan karena perjuangan rakyat Surabaya yang bertempur untuk merebut kemerdekaan yang bisa kita nikmati saat ini.

Pukul 08.22 WIB, Ir. Tri Rismaharini, M.T (Bu Risma), selaku Walikota Surabaya hadir sebagai “guru” dalam acara ini. Bu Risma juga ditemani oleh para Veteran Pejuang Kemerdekaan. Untuk memulai orasi Sekolah Kebangsaan, acara diawali dengan menyanyikan Lagu Bangun Pemudi Pemuda dan Indonesia Raya yang diiringi oleh Sinlui Choir. Setelah itu, Bu Risma menyampaikan pentingnya kita mengingat perjuangan para pahlawan di masa penjajahan selama sejam kedepan.

Perjuangan yang kita dapatkan bukan merupakan hal gratis, tetapi beribu-ribu orang gugur dan cacat untuk memperjuangkan kemerdekaan yang dapat kita nikmati saat ini,”  ucap Bu Risma dalam orasinya. Dia juga menyampaikan bahwa kita harus menjadi pelajar yang baik serta tidak boleh takut untuk “pertempuran ke depan” yang berarti kebodohan dan kemiskinan, bukan senjata.

Acara berikutnya adalah penampilan band oleh Departemen Seni dan Kreativitas (akrab disebut Sanggar) dengan lagu “Gugur Bunga” serta diiringi puisi “Karawang Bekasi”. Kemudian dilanjutkan dengan sharing dari salah satu Veteran, Bapak Hartoyik, yang akrab dipanggil dengan Eyang Hartoyik. Beliau sendiri menyaksikan perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Beliau berkata bahwa kunci utama untuk mengusir penjajah adalah semangat dan keberanian untuk memperjuangkan Kemerdekaan. “Kami para Veteran bukan apa-apa, seperti halnya pasir di pantai. Hidup kami akan menuju kepunahan. Namun kepunahan kami tidak akan sia-sia, karena apa yang kami hasilkan akan membuat harum Tanah Air Indonesia,” ucap Eyang Hartoyik dalam kata penutupnya. Akhir acara ditutup dengan menyanyikan lagu Sabang sampai Merauke oleh semua peserta sebagai tanda berakhirnya Sekolah Kebangsaan 2016.

Oleh :

Clifton Suharjono (X MIPA 4)

Jesse Febrina (X MIPA 5)

Leave A Comment...

*