Temu Penulis dan Bedah Buku “Mati Tak Berarti Pergi” : Memandang Kematian dari Sisi yang Berbeda

Bapak Herwiratno sebagai penulis buku "Mati Tak Berarti Pergi" saat menyampaikan materi pada acara Temu Penulis dan Bedah Buku pada hari Sabtu (18/2)

Bapak Herwiratno sebagai penulis buku “Mati Tak Berarti Pergi” saat menyampaikan materi pada acara Temu Penulis dan Bedah Buku pada hari Sabtu (18/2)

Pada hari Sabtu (18/2), Sinlui (sapaan akrab SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya) menyelenggarakan Temu Penulis dan Bedah Buku ilmu metafisika berjudul “Mati Tak Berarti Pergi”. Mengundang narasumber Bapak Herwiratno selaku penulis buku, kegiatan berlangsung dan dimotori oleh Perpustakaan Thomas Aquino. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi penambah wawasan di kalangan Sinluiers.

Pada pukul 12.00 WIB, acara dimulai dengan sambutan dari Bapak Kardja Johanes P., S.Pd, sebagai perwakilan kepala sekolah, dan Bapak Petrus Pamungkas E.P., S.Pd, selaku ketua panitia dan pembina Perpustakaan Thomas Aquino, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi pertama mengenai perdamaian jiwa. Bapak Herwiratno mengatakan bahwa penyesalan sebagian besar manusia adalah belum tercapainya pertobatan selama berada di dunia dengan kematian selama ini menjadi momok bagi banyak orang. Dalam sesi tanya jawab interaktif bersama para peserta, Beliau berpesan agar kematian dilihat bukan sebagai tanda kekalahan, tetapi sebagai rambu persiapan menuju kehidupan selanjutnya (reinkarnasi). Setelah snack and coffee break, acara kembali dilanjutkan dengan sesi kedua mengenai Past Life sebelum ditutup pada pukul 16.15 WIB

“Jangan kita mengalihkan tanggung jawab hidup yang ada pada kita keluar atau rasanya akan berbeda. Jangan juga menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada kita karena kita yang belajar, sedangkan orang lain adalah perantara, “ ujar pria yang saat ini berprofesi sebagai dosen pengajar di Univeritas Bina Nusantara Jakarta.

Oleh : Bryan Kenneth (X MIPA 4)

Leave A Comment...

*