Romo Didik, SJ (salah satu Romo pendamping retret) bersama bapak ibu guru karyawan bergantian bergiliran satu persatu untuk saling mendoakan dan mendukung.

Setelah siswa menerima rapot tengah semester (sisipan) pada hari Rabu, 26 Maret 2014, Sinlui memberikan waktu 3 hari (27 – 29 Maret 2014) agar siswa – siswi nya dapat belajar mandiri di rumah. Disaat yang sama dengan libur tengah semester tersebut, seluruh guru dan karyawan SMAK St. Louis 1 melaksanakan retret ke daerah sepi di kawasan kota Batu dan Malang Jawa Timur. Rombongan guru dan karyawan yang terdiri dari hampir 150 orang dibagi menjadi tiga kelompok besar dengan tujuan yang berbeda – beda. Kegiatan tahunan para guru dan karyawan ini berfokus kepada setiap individu, baik itu tenaga akademis maupun non akademis untuk “berhenti sesaat”, merenungkan tujuan hidup khususnya saat berkarya bersama rekan sesama guru dan karyawan di Sinlui (sapaan akrab SMAK St. Louis 1 Surabaya).

Retret ini mirip dengan Pit Stop di balapan mobil formula 1. Pit Stop berguna untuk memeriksa kembali perlengkapan mobil seperti body mobil, bahan bakar, ban mobil dan sebagainya. Setelah diperiksa, jika ditemukan ada yang kurang baik, maka akan segera diperbaiki. Uniknya setiap mobil formula 1 yang berhenti di Pit Stop tidak membutuhkan waktu lama. Cuma hitungan detik. Kurang lebih 10-15 detik saja waktu yang diperlukan untuk berhenti. Ketelitian dan ketepatan staf balapan di Pit Stop sangat dibutuhkan saat mobil berhenti dalam waktu yang singkat. Ketelitian dan ketepatan staf Pit Stop ini akan menentukan mobil tersebut dapat berfungsi dengan baik atau tidak saat melanjutkan balapan. Demikian juga retret ini, setiap individu guru dan karyawan seolah berhenti di Pit Stop kehidupan guna memeriksa apakah ada “kerusakan batin”. Jika memang ada, inilah saatnya berbenah menjadi baik kembali ujar Romo Didik, SJ salah satu Romo pembimbing retret guru dan karyawan.

Selama tiga hari, seluruh guru dan karyawan mundur sejenak dari rutinitas harian. Selama itu pula, masing – masing guru dan karyawan saling mendoakan dan saling mendukung satu sama lain untuk Sinlui yang lebih baik.