Sinlui meyambut secara resmi kedatangan SMP YPJ Timika Papua dalam rangka studi banding di Ruang Media 1 SMAK St. Louis 1 Surabaya

Sinlui (sapaan akrab SMAK St. Louis 1 Surabaya) menyambut baik undangan dari Pemerintah Kota Surabaya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik pula. Mulai dari pemilihan peserta yang menampilkan sendra dan drama tari hingga pemain gamelan. Kurang lebih satu bulan persiapan yang dilakukan dengan mengangkat tema kemesraan Raden Pandji dan Dewi Sekartadji. Pemilihan tema ini sendiri dilakukan langsung oleh tim Ibu Soesri, Ibu Dyah, dan Pak Pelog selaku guru kesenian SMAK St.Louis 1 beserta para guru-guru yang lain nya. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, tak hanya parade budaya, Sinlui juga menampilkan parade bunga hasil rangkaian dari guru dan siswa.

Pukul 10:00 WIB para peserta telah bersiap di sekolah untuk finishing kendaraan hias dan makeup peserta. Kemudian rombongan Sinlui bertolak menuju Tugu Pahlawan sekitar pukul 12.30 WIB dan pukul satu siang semua rombongan telah sampai di lokasi. Perjalanan dimulai dengan tanpa hambatan berarti hingga hujan mulai turun mengguyur Kota Surabaya. Meski hujan deras, para peserta dan penonton tetap antusias menyaksikan. Namun para penari sempat mengalami kendala saat hujan turun cukup deras. Ketika turunnya hujan tak lebat, atraksi mulai kembali di mainkan dan menghibur para penonton di jalanan. Di sambut baik oleh masyarakat Surabaya, crew parade Sinlui pun mempersembahkan penampilan yang terbaik, meskipun cuaca tak begitu baik. Sebagai penutup, tarian terakhir di tampilkan di depan Balai Kota disaksikan langsung oleh Walikota Surabaya- Ibu Risma.

Sinlui masih satu-satunya institusi pendidikan swasta yang mendapat kehormatan langsung dari Pemerintah Kota Surabaya & Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk ikut meramaikan Parade Budaya & Bunga sejak tahun 2012. Sinlui  dianggap sebagai sekolah yang unik karena tetap membudayakan budaya khas Indonesia sebagai salah satu ciri khasnya.

Luar biasa, pemainnya tangguh meskipun hujan turun” -komentar Ibu Dyah setelah selesainya acara. Begitu juga dengan Pak Pelog yang mengaku puas akan perform dari para murid namun sedikit kecewa akan cuaca. “Tanpa hambatan besar, keikutsertaan dalam Parade ini akan berlangsung lebih baik lagi” ujar nya. Senada dengan Pak Pelog dan Bu Dyah, Pak Greg pun menuturkan hal yang sama, “Sinlui tampil semangat mengusung budaya khas Pulau Jawa, yaitu jathilan dan karawitan yang menemani cerita Raden Pandji dan Dewi Sekartaji. Meskipun hujan cukup deras mengguyur Kota Surabaya saat parade berlangsung, tidak menyurutkan semangat para peserta parade. Meskipun hujan deras, anak – anak malah tambah semangat menyelesaikan parade ini. Luar biasa“, tutup wakil kepala sekolah urusan kesiswaan SMAK St. Louis 1 ini.

– oleh Metta (XK – Contributor SWEET)