Sinlui Ikuti Cross Culture Environment Education Exchange Australia Indonesia

Berbekal rasa syukur kepada Allah atas berkat melimpah, saya mewakili SMAK St. Louis 1 Surabaya (baca Sinlui), bersama 2 orang guru, 2 orang siswa, 3 orang perwakilan PT. PJB dan 2 orang Tunas Hijau Indonesia sebagai peserta Cross Culture Environment Education Exchange Australia-Indonesia selama 10 hari sejak 17 – 27 Mei 2014, setelah melalui rangkaian kegiatan yang panjang dalam event Surabaya Eco School 2013. Di Australia, banyak kegiatan yang harus kami lakukan, mulai dari konferensi dengan tema konservasi air yang diselenggarakan oleh Millenium Kids. Inc dan mengunjungi berbagai tempat, antara lain King’s Park, Swan River dan Cunning River, perpustakaan The Groove (perpustakaan yang menggunakan tenaga surya sebagai sumber energy), Western Australian Museum, Native Arc (rumah sakit hewan asli Australia), Aborigin Land, dan lain sebagainya.

Suatu kehormatan bagi saya bisa mewakili Sinlui dalam program Cross Culture Environment Education Exchange ini. Tepat tanggal 20 Mei yang di Indonesia diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional RI, kami diundang oleh KJRI wilayah Western Australia untuk melaksanakan upacara bendera. Suatu sensasi tersendiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di negeri orang. Walau banyak carut marut di negeri kita, rasa bangga sebagai bangsa Indonesia tetap menggelora di dada. Seusai upacara, kami diterima wakil Konsulat Jenderal KJRI untuk memberikan paparan apa yang telah kami lakukan di sekolah masing-masing.

Banyak pelajaran berharga yang saya dapat selama di Perth, Western Australia. Kebersihan, keteraturan, dan keindahan alamnya, memberi semangat untuk terus berkarya mengajak, memotivasi dan memberi teladan kepada seluruh siswa Sinlui untuk juga peduli kepada alam. Penerimaan yang hangat dari Millenium Kids.inc, sebagai salah satu LSM peduli lingkungan di Perth, membuat saya  harus yang terbaik juga bagi mereka bila suatu saat mereka berkunjung ke Surabaya, khususnya sekolah kita tercinta, Sinlui.

Yang membuat saya bertambah semangat adalah dukungan yang penuh dari Romo Drs. C. Sigit Tridrianto, M.Hum, selaku Kepala SMAK St. Louis 1 Surabaya, untuk terus mengajarkan dan memotivasi siswa Sinlui agar peduli kepada lingkungan. Kurikulum abad 21 memang harus memasukkan materi yang menjadi issue global. Banyak pekerjaan rumah di bidang lingkungan yang harus kita tuntaskan. Dengan niat baik dan semangat tinggi dan didukung doa, kita pasti bisa mewujudkan SMAK St. Louis Surabaya yang tidak hanya unggul dalam intelektual tetapi juga cerdas hati, punya kasih yang besar pada sesama dan alam. Amin.

– oleh dr. Lina (praktisi kesehatan UKS Sinlui)