Upacara memperingati hari Pahlawan , 10 November 2014

Upacara memperingati hari Pahlawan , 10 November 2014

Hari ini (10/11), 69 tahun yang lalu para Pahlawan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia berjuang melawan pasukan sekutu yang mendarat di Surabaya setelah penjajah Jepang angkat kaki dari tanah air. Ribuan nyawa melayang dalam pertempuran besar arek-arek Suroboyo saat itu. Pengorbanan para Pahlawan inilah yang akhirnya menjadikan Surabaya sebagai Kota Pahlawan di Indonesia. Pengorbanan tersebut tidak sia-sia, para pejuang berhasil mengusir sekutu dari Surabaya.

Semangat para Pahlawan tersebutlah yang mengilhami upacara hari ini. Upacara memperingati hari Pahlawan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi, guru dan karyawan Sinlui (sapaan akrab SMAK St. Louis 1 Surabaya). Lebih dari 1600 orang peserta upacara memadati lapangan utama Sinlui dengan menggunakan pakaian yang bertemakan perjuangan. Dalam pesan singkatnya, Romo Sigit kepala SMAK St. Louis 1 Surabaya yang didaulat menjadi pembina upacara menggaris bawahi semangat pengorbanan para Pahlawan sampai rela kehilangan nyawa.

“Makna hari Pahlawan dibalik simbol (baca:pakaian pejuang) yang anda gunakan hari ini adalah semangat perjuangannya. Semangat tersebut adalah semangat martir, rela menderita, bahkan sampai mati demi kemerdekaan Indonesia. Sinlui juga ingin menyematkan semangat martir para Pahlawan ini kepada setiap insan yang ada di dalam Sinlui tanpa terkecuali untuk keluar dari zona nyaman, dari egoisme agar dapat peduli terhadap kebutuhan masyarakat saat ini. Sinlui bukan sekolah exclusive, bukan sekolah elit yang terpisah dari masyarakat, maka pintu Sinluil harus dibuka lebar-lebar agar setiap insan sekolah dapat ikut prihatin dan membantu masyarakat. Kita semua dipanggil menjadi pribadi Pahlawan jaman sekarang, yaitu orang yang peduli terhadap sesamanya.” ujar Romo Sigit bersemangat.

Momen hari Pahlawan ini juga dijadikan momen spesial bagi OSIS Sinlui, karena hari inilah OSIS 2014-2015 secara resmi dilantik. Estafet kepemimpinan antar pembina OSIS juga hari ini resmi berpindah tangan dari Pak Widodo berpindah ke Pak Heribertus.