Misa Kudus jelang Ujian Sekolah tulis kelas XII 2014-2015

Misa Kudus jelang Ujian Sekolah tulis kelas XII 2014-2015

Hari ini (27/02), Sinlui mengajak lebih dari 500 siswa kelas XII untuk berdoa bersama dalam perayaan Misa Kudus di Katedral Surabaya untuk kesuksesan dan kelancaran Ujian Sekolah (USEK) tulis yang akan dimulai Senin, 02 Maret 2015 sampai dengan 09 Maret 2015. Ini merupakan rangkaian ujian sekolah setelah sebelumnya, seluruh siswa sudah menjalani Ujian Sekolah praktik (23-26 Februari) kemarin. Misa yang dipimpin langsung oleh Romo Sigit selaku kepala SMAK St. Louis 1 ini menegaskan kembali pentingnya ketenangan, percaya diri dan kejujuran dalam menghadapi rangkaian ujian akhir untuk kelas XII.

Setiap pagi, saya berusaha terus menerus datang lebih pagi dari semua siswa dan bapak ibu guru. Khusus untuk memberikan senyuman yang terbaik untuk semuanya. Dari beberapa tahun ini, saya belajar tentang pemandangan pagi hari yang saya lihat dari siswa. Selain dari seragam, dari wajahnya saya bisa mengenali ini siswa kelas berapa. Jika wajahnya menunjukkan agak tegang, kurang tidur, tas terlihat berat ini pasti siswa kelas X 🙂 mereka masih dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Jika sudah lebih ceria wajahnya, tas terlihat lebih ringan ini pasti kelas XI 🙂 Sedangkan untuk wajah-wajah yang tenang, bijaksana, terlihat percaya diri ini pasti kelas XII yang sudah terlihat sekali karakter sebagai Sinluiers nya 🙂” ujar Romo Sigit mengawali homili nya.

Maka dari itu, saya berharap kalian mempertahankan sikap-sikap tenang, percaya diri tersebut dalam menghadapi rangkaian ujian sampai dengan Ujian Nasional bulan April nanti. Ujian memang menguji aspek kognitif (pengetahuan). Lebih dari itu ujian sebenarnya adalah ujian kualitas pribadi siswa dalam hal kejujuran. Kalau target siswa hanya seputar mendapatkan nilai bagus saja itu sudah biasa. Target yang lebih penting dari itu sebenarnya adalah tetap gembira, tetap memberikan senyum yang terbaik disaat-saat ujian, tetap menggunakan akal sehat untuk menjaga kejujuran dan tidak mencari-cari kunci jawaban di luar sekolah. Ujian ini merupakan salah satu indikator apakah visi sekolah sudah dihidupi oleh siswa atau belum. Semoga semua siswa lulus semua dengan menjaga harkat dan martabat yang terbaik dan semoga semua rangkaian ujian yang dijalani siswa kelas XII ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam hal kejujuran” harap Romo Sigit.