Suasana Penutupan Layanan Orientasi Siswa 2015-2016 SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya

Suasana Penutupan Layanan Orientasi Siswa 2015-2016 SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya

Memasuki hari ketiga, LOS kembali dibuka dengan peneguhan oleh Pak Tavip mengenai tujuan para peserta LOS saat menimba ilmu di Sinlui (sapaan akrab SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya). Masih di lapangan utama Sinlui, sorak sorai dan tepuk tangan para peserta LOS bergemuruh saat menyaksikan demo dari sebagian ekstrakurikuler yang ada di Sinlui mulai dari ekstra Taekwondo, Modern Dance, Basket dan Clique (Tim dance Sinlui). Demo ekstrakurikuler yang diisi oleh siswa Sinlui sendiri ini mampu menyedot seluruh perhatian peserta didik baru, apalagi mereka (baca:siswa didik baru) turut “dilibatkan” dalam demonstrasi ekstrakurikuler.

Setelah puas menyaksikan demo ekstrakurikuler, peserta didik baru diminta untuk mempersiapkan penampilan kelasnya masing-masing di bangsal Lazaris. Tarian daerah, drama, dan lagu-lagu daerah maupun nasionalisme ditampilkan oleh 14 kelas dengan berbagai nama suku-suku mulai ‘A’ hingga ‘N’ di Indonesia. Bertajuk ‘Pagelaran Karya Anak Bangsa‘, tampilan-tampilan ini mengandung unsur tradisional dengan durasi 10 menit dalam tiap penampilannya. Melengkapi kehebohan acara pagelaran karya anak bangsa, OSIS Sinlui pun membacakan nominasi award tutor yang sehari sebelumnya sudah divote oleh para siswa baru. Sorakan lebih dari 560 peserta LOS membuat pembacaan award tutor teralay hingga terfavorit ini menjadi salah satu acara terheboh selama LOS 3 hari.

Menjelang senja, para siswa yang sebelumnya berkumpul di kelas masing-masing digiring kembali ke lapangan utama Sinlui. Suasana hening menjelang proses malam inagurasi dibuka dengan renungan singkat oleh Ibu Yohana yang dibarengi dengan perarakan tokoh wayang Rama-Shinta bersama perwakilan kelas dan para wali kelas. Pembacaan komitmen masing-masing kelas oleh perwakilannya menjadi bagian dalam prosesi inagurasi ini. Komitmen kelas ini nantinya akan dilengkapi dengan komitmen pribadi dari masing-masing siswa dan akan dijadikan “pedoman” selama 1 tahun ajaran kedepan. Romo Sigit kepala SMAK St. Louis 1 Surabaya yang turut hadir di malam inagurasi didaulat untuk menutup LOS 2015-2016. “Dengan ini seluruh kegiatan LOS ditutup dengan resmi.” ujar Romo Sigit sambil memukul gong usai dibacakannya berita acara oleh Bapak Heribertus selaku ketua pelaksana LOS 2015-2016.

Canda, tawa dan perasaan haru terpancar oleh seluruh tutor dan siswa baru seiring dengan dilantunkannya lagu Salam LOS 2015 yang menemani “perpisahan” antara tutor dan siswa siswi baru. “Seru banget! Yang paling ‘mengena’ dihati itu waktu Outbound, meski yang lainnya juga gak kalah seru. Thank you tutor semoga sukses selalu!” ujar Eric siswa kelas XC saat ditemui SWEET* di akhir acara malam inagurasi. Berbeda topik dengan Eric, Sebastian Kenny (alumni Sinlui 2015) yang juga mantan ketua OSIS 2014 justru menyoroti tentang menariknya lagu salam LOS 2015 yang rancak dan ngebeat. Kenny hadir di LOS hari ke-3 ini sebagai alumni Sinlui dan juga mantan orang nomor satu di OSIS Sinlui.

Jika Kenny menyoroti tentang lagu salam LOS, lain lagi dengan Romo Sigit. Di akhir – akhir LOS 2015 Romo merasakan suasana haru dari tutor dan peserta didik baru. “Memang saat hari pertama dan kedua belum begitu terlihat antusias yang tinggi dari para peserta LOS, namun berkat para tutor pada hari ketiga ini kekompakan telah terasa dan para siswa baru merasa tidak ada beban lagi.” kesan Romo Sigit sesaat setelah acara penutupan LOS. Selain itu, Romo juga berpesan kepada para siswa baru agar segera menyesuaikan diri dengan budaya Sinlui dan sejalan dengan tema LOS tahun ini : Born To Bond yang memiliki makna ‘Lahir untuk bersatu’ meskipun dengan banyak perbedaan tapi menjadi satu untuk Sinlui.

– oleh Veronica Kudo (Contributor SWEET)