Suasana Rekoleksi Orang Tua Siswa di Vincent Hall SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya

Suasana Rekoleksi Orang Tua Siswa di Vincent Hall SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya

Untuk ke sekian kalinya Sinlui (panggilan akrab SMA Katolik St. Louis 1) mengajak orang tua siswa untuk terus berperan aktif dalam proses pendidikan bagi putra putrinya. Hari ini (22/08) Sinlui kembali mengajak kerja sama seluruh orang tua siswa kelas X tahun ajaran 2015-2016 untuk bersama – sama memperhatikan perkembangan proses pendidikan putra putri mereka di sekolah dan rumah. Kegiatan rekoleksi orang tua siswa kelas X ini dibagi menjadi 3 gelombang, yaitu :

  • Gelombang 1 = Sabtu, 22 Agustus 2015 (untuk orang tua dari siswa kelas XJ – XN, total 5 kelas) pk 08:00 – 12:00.
  • Gelombang 2 = Sabtu, 29 Agustus 2015 (untuk orang tua dari siswa kelas XA – XE, total 5 kelas) pk 08:00 – 12:00.
  • Gelombang 3 = Sabtu, 12 Septembebr 2015 (untuk orang tua dari siswa kelas XF – XI, total 4 kelas) pk 08:00 – 12:00.

Setiap gelombang rekoleksi orang tua, akan terdiri dari 3 sesi yaitu :

  • Sesi Diskusi yang berisi tentang harapan – harapan orang tua terhadap putra putri nya yang disekolahkan di Sinlui. Termasuk juga diskusi perkelas dengan walikelas masing-masing.
  • Penyampaian makna visi dan misi Sinlui kepada orang tua peserta didik.
  • Peneguhan rekoleksi yang disampaikan oleh nara sumber yang merupakan pakar di bidangnya.

Romo Sigit kepala SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya yang secara langsung hadir di Vincent Hall Sinlui, menyampaikan secara langsung kepada orang tua siswa tentang pentingnya kerjasama dalam proses pendidikan anak. Selain itu, Romo asal Cepu Jawa Tengah ini juga memaparkan secara gamblang makna visi misi Sinlui yang baru dilaunching pada bulan Maret 2015 kemarin.

Selain Romo Sigit, turut hadir psikolog dari Widya Mandala, J. Dicky Susilo, M.Psi. Psikolog untuk membagikan informasi psikologis terkait perkembangan pendidikan anak selama di sekolah dan di rumah. Melalui kegiatan ini Sinlui berharap mendapat banyak masukan dari para orang tua mengenai harapan mereka untuk putra putri masing-masing sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dengan orang tua yang merupakan salah satu stake holder dalam proses pendidikan.