Dalam rangka memperingati hari kesaktian Pancasila, Sinlui (panggilan SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya) menggelar seminar dan bedah buku “Kearifan Lokal Pancasila” yang menghadirkan 2 pakar kelas nasional, yaitu Prof. Dr. Armada (STFT Widya Sasana Malang) dan Prof. Dr. Hotman Siahaan (Universitas Airlangga Surabaya). Seminar yang batal dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Bapak Sukarwo ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai macam latar belakang profesi dan pendidikan. Dari pemerintahan sendiri, hadir sebagai keynote speaker Bapak Hadi Wiyono, S.H selaku Pengawas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan perwakilan dari Dewan Pendidikan Kota Surabaya maupun Provinsi Jawa Timur.

Dari legislatif hadir juga sebagai tamu undangan seminar, Bu Agatha (DPRD Provinsi Jawa Timur) dan Bu Herlina (DPRD Kota Surabaya). Selain dari background politik, tampak hadir juga di lokasi seminar, perwakilan dari Forum Antar Umat Beragama,  (Incumbent) Mantan Wakil Walikota Surabaya, Bapak Wisnu Sakti Buana, Biarawan Romo dan Suster, orang tua, akademisi dan tamu undangan lainnya.

Pancasila ini secara tidak sadar sebenarnya sudah ada sejak dulu dalam kehidupan sehari – hari dari masyarakat Indonesia. Aneka kearifan (baca kebijaksanaan) lokal masyarakat Indonesia yang sangat beragam ini seolah seperti Garuda – Garuda kecil nan elok yang terbang indah, menyatu, dan menyusun Garuda Pancasila yang dikukuhkan sebagai ideologi dasar negara oleh para pendiri Indonesia. Era globalisasi rupanya mengancam kearifan lokal masyarakat Indonesia saat ini. Untuk itulah Prof. Dr. Armada (Romo Armada) mengajak seluruh peserta seminar dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk terus menerus melestarikan setiap butir dalam Pancasila dalam kehidupan sehari – hari, karena menurut Bung Karno (Proklamator Kemerdekaan Indonesia), Garuda Pancasila merupakan “satu-satunya perekat bangsa Indonesia”, ujar Romo Armada.