Terhitung dari hari ini (03/11) hingga hari Jumat (6/11) siswa kelas XI Sinlui (sapaan akrab untuk SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya) menjalani Imersi (mencelupkan diri / terlibat langsung) 2015. Siswa-siswi ini berangkat menggunakan total dua puluh satu armada termasuk enam belas bis yang sudah berjejer rapi di dalam sekolah pagi ini. Seluruh siswa-siswi kelas XI akan ditempatkan dalam lima belas tempat di lima kota, yaitu: Ngawi, Blora, Blitar, Kediri, dan Malang. Mereka akan tinggal selama beberapa hari di masing-masing rumah penduduk di pedesaan. Selama tinggal di pedesaan yang jauh dari kota besar, seluruh siswa akan terlibat langsung membantu kegiatan sehari – hari dari masing-masing induk semangnya.

Menurut penuturan Kepala SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, Romo Sigit Tridianto, para siswa akan tinggal dengan keluarga-keluarga sederhana selama imersi. Melalui program ini, para siswa diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih utuh dan menemukan Tuhan dalam hidup orang-orang sederhana. “Siswa-siswi juga diharapkan bisa mengambil nilai-nilai Vincentian melalui pengalaman baru ini, terutama nilai kepedulian dan kesederhanaan“, ujar Pak Tavip selaku ketua pelaksana Imersi 2015.

Saya merasa senang, tapi agak deg-degan juga karena nggak tahu sekamar dengan siapa. Tapi menurutku bakal seru“, kata salah satu peserta Imersi, Levina Setiono dari kelas XI IA 1 yang akan menjalani Imersi di Mbeji, Rejo Blitar dengan pendamping Pak Harjo dan Bu Vici. Ia berharap setelah menjalani Imersi ia dapat lebih menghargai apa yang dia punya dan hidup sederhana.

– oleh Metta Alviogo (Contributor SWEET)