School Trip Singapore 2016 : padat agenda dan penuh dengan ide baru

School Trip Singapore 2016 : padat agenda dan penuh dengan ide baru

Sebanyak 37 Sinluiers beserta dengan 3 guru pendamping, Pak Arianto, Pak Ajus, dan Bu Vanny, ditambah 2 tour guide, kak Ling-ling dan kak Yohanes bertolak menuju Singapura pada Senin (11/4) pagi. Kegiatan yang bekerja sama dengan Universal ini dalam rangka School Trip Singapore 2016. School trip yang selalu diadakan tiap tahun ini hanya diadakan selama 3 hari 2 malam dengan agenda yang cukup padat.

Hari Pertama : PSB Academy dan NAFA

Dengan pakaian nuansa merah, rombongan Sinlui tiba di PSB Academy menggunakan bus. Di PSB Academy rombongan di sambut oleh International Student Recruitment Consultant, James Khong untuk diantar ke Laboratorium PSB yang sangat canggih. Di dalam lab para murid Sinlui diberi kesempatan untuk melakukan 3 eksperimen, yaitu mengekstrak DNA pisang, mengamati Massa Jenis dan Kapilaritas. “Saya melihat murid-murid sekolahmu ( Sinlui ) sangat ramah dan penuh energi, saya juga yakin mereka adalah anak-anak yang akan belajar dengan keras untuk mengejar karir” kata James saat di wawancara di tempat.

Setelah berjibaku dengan eksperimen yang terkait dengan topik Ilmu Alam (IPA), rombongan menuju ke jurusan Seni, yaitu NAFA atau Nanyang Academy Of Fine Arts. Tidak seperti di PSB dimana rombongan disambut oleh orang Singapura asli, kali ini di NAFA Sinluiers disambut oleh orang Indonesia yang bekerja di bagian Administrasi NAFA, Nienik Natalia Himawan. Di NAFA rombongan dapat berjumpa dengan 2 alumni Sinlui yang bersekolah disana. Mereka berkata bahwa pelajaran EE atau Extensive English yang didapat semasa sekolah di Sinlui sangat membantu mereka saat bersekolah di NAFA, dan juga karena terbiasa memiliki banyak teman, para alumni Sinlui ini mengaku mudah untuk bergaul meski di negeri tetangga.

Saya sangat enjoy mengajar kalian ( Sinluiers ) semua. Mengajar itu bukan 1 jalur, namun 2 jalur. Ini adalah sebuah platform dimana saya bisa belajar budaya dari anda dan anda bisa belajar budaya dari saya. Yang terpenting adalah anda semua enjoy workshop saya” sahut Lim Poh Teck, Dosen NAFA yang memberi materi seni dasar, yakni elemen. Tidak hanya itu, beliau juga memberikan 5 kaos NAFA untuk mereka yang berhasil menghasilkan gambar yang unik.

Menutup hari pertama, rombongan Sinlui diberi cukup waktu untuk melepas penat termasuk untuk berbelanja dan makan malam di daerah Orchard Road, Salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal di Singapura.

Hari kedua : NTU dan 3D Sense Media School

Pada pukul 6:30 waktu Singapura morning call berdering diseluruh kamar rombongan School Trip 2016. Setelah bersiap-siap dan sarapan di hotel, rombongan berangkat menggunakan bus pada pukul 9 menuju ke NTU atau Nanyang Technological University, salah satu universitas unggulan yang ada di negeri Singa ini. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, Rombongan tiba di gedung kampus untuk fakultas teknik. Setelah  mendapat presentasi dari pihak NTU dan sesi tanya-jawab bersama alumni Sinlui di NTU, rombongan dibagi menjadi 2 grup, 1 grup ke kampus Technic, dan grup lainnya ke grup Math and Science. “Enaknya jadi lulusan Sinlui itu jadi biasa untuk menghadapi tugas yang banyak, tingkat kesulitan pengajaran disini hampir sama jadi tidak ada kesulitan besar” kata Dicky, alumni Sinlui yang menempuh studi lanjut di NTU.

Setelah sesi foto di NTU, rombongan beranjak ke 3D Sense Media School. Sekolah ini adalah salah satu sekolah terunik yang terletak di lantai 3 Sakura Mall by the Quay dan spesialis pada 1 jurusan saja, 3D Animation dan Visual Effects. Di 3D Sense, rombongan bertemu dengan Craig Stevenson, beliau adalah salah satu pengajar disana yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia VFX atau Visual Effects. Beliau sudah bekerja di banyak film film Hollywood yang menjadi Blockbuster. Sebut saja, Lord Of The Rings, World War Z, Lost World, Avengers, RIPD, Anaconda, dan masih banyak lagi. Selain Craig, kita juga ditemukan dengan pengajar berkebangsaan Singapura yang mendesain karakter games DoTa dan Assasin’s Creed.

Setelah kunjungan studi ke sekolah, Sinluiers memilih Gardens By the Bay dan Suntec City untuk melepas lelah dan mendiskusikan hasil studi yang penuh dengan ide – ide baru yang fresh.

Hari ke tiga : SMU

Universitas terakhir yang dikunjungi rombongan School Trip Sinlui adalah SMU, atau Singapore Management University. Universitas ini juga merupakan salah satu universitas unggulan di Singapura yang terkenal di bidang bisnis. Namun sayangnya, tidak seperti 4 sekolah sebelumnya, di SMU rombongan tidak mendapatkan workshop maupun masuk ke kelas-kelas karena bertepatan dengan waktu ujian SMU, maka Sinluiers hanya mendapatkan briefing oleh pihak SMU dan juga tur fasilitas saja. Setelah tur SMU berakhir, Sinluiers langsung menuju destinasi terakhir selama di Singapura, yaitu Universal Studios Singapore.

Bagi banyak Sinluiers, Sinagpore seperti sudah rumah kedua. Namun perjalanan kali ini berbeda dari saat kita berjalan-jalan sendiri atau bersama keluarga. 3 hari yang sangat sebentar, Sinluiers mendapatkan banyak sekali pengetahuan atau ide baru yang akan menjadi pertimbangan saat menentukan jurusan dan universitas nanti selepas masa SMA.

oleh – Graciella (Departement Humas OSIS Sinlui)