Para siswa saat menjalani kegiatan bersama dengan orang tua asuh di lokasi IMERSI yang berlangsung dari Jumat (15/9) hingga Selasa (19/9)

Kamis (14/12) hingga Rabu (20/12), Sinlui (sapaan akrab SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya) kembali mengadakan kegiatan tahunan yaitu IMERSI (live in) bagi seluruh siswa kelas XI sebagai bentuk pendalaman nilai – nilai Vincensian yang selama ini diterapkan. Berlangsung dalam 17 tempat yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kegiatan ini dibagi menjadi 3 tahapan, yakni persiapan, pelaksanaan, dan refleksi.

Persiapan dan pembekalan dilakukan pada Kamis (14/12) di Vincentius Hall serta dipimpin langsung oleh Bapak Drs. Ch. Tavip Yudianto. Terdapat pengarahan dan misa perutusan yang dipimpin oleh Romo Emmanuel Ditia Prabowo, M.Hum memohon berkat selama berproses. Hari Rabu (15/12) pukul 06.30 WIB, siswa berkumpul untuk melakukan pengecekan barang bawaan sebelum dilepas pukul 07.00 WIB menuju lokasi yang ditentukan. Tahun ini, terdapat 5 wilayah yang menjadi lokasi berlangsungnya IMERSI, yaitu Cepu, Blora, Bojonegoro, Ponorogo, Malang, dan Blitar (dibagi lagi ke dalam 11 desa, 2 panti asuhan, 2 susteran, dan 2 seminari). Selama hampir 5 hari penuh siswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan orang tua asuh baik pergi ke sawah, pasar, atau menjadi tukang bangunan. Selasa (19/12), para siswa kembali ke Surabaya untuk ditutup melalui pembuatan refleksi keesokan harinya (20/12).

“Imersi ini berasal dari kata Immersion yang artinya mencelupkan para siswa ke realita kehidupan sesungguhnya dengan masyarakat desa menjadi objek penelitian mereka serta mengajarkan bahwa kebahagiaan juga bisa didapat dalam kesederhanaan, “ ujar Bapak Drs. Ch. Tavip Yudianto saat memberikan pengarahan.

Oleh : Jesse Febrina Wongso Wijaya (XI MIPA 10)