PRIORITAS : “LINGKUNGAN BELAJAR YANG AMAN, NYAMAN DAN SUPPORTIF”

Akhirnya sampai juga di sekolah yang beberapa waktu lalu diumumkan sebagai sekolah dengan nilai UTBK tertinggi di Jawa Timur. Jadi kepo bagaimana sih kondisi di dalam sekolah yang senantiasa berada diurutan atas dalam bidang akademik, yang juga mempunyai tim bola basket yang disegani ini?

Sebelum berkunjung ke sekolah ini, saya sudah mempelajari dari beberapa sumber di internet, termasuk dari Youtube tentang sekolah ini. Sehingga saya mempunyai bekal pemahaman yang awal sebelum melakukan kunjungan.

Di depan gerbang, saya disambut oleh seorang satpam,

“Pak Hermawan, ya ?”

“Iya” jawab saya

Dalam hati saya berbicara, “luar biasa” ada semacam koordinasi yang begitu rapi sehingga kedatangan pengawas pun sudah dipersiapkan sedemikian rupa.

Memasuki halaman depan, saya disambut oleh satpam yang lain, yang mengarahkan saya ke sebuat tempat parkir. Nampaknya, satpam ini sudah menyiapkan tempat parkir khusus, tepat di depan pintu masuk.

Selanjutnya, saya diantar ke sebuah tempat pertemuan. Namun, di perjalanan saya bertemu dengan beberapa anak yang duduk melingkar, sekilas nampak mereka sedang sarapan bersama.

Namun, tiba-tiba ada sesuatu yang menarik, anak-anak itu, kemudian dengan gestur dan ekspresi tertentu menyambut kedatangan saya dengan wajah ceria. Saya berhenti sejenak untuk menyapa anak-anak,

“Sedang ada kegiatan apa ini ?” tanya saya.

“Kami panitia MPLS, Pak” jawab mereka.

Sebuah kesan pertama yang menarik. Diam-diam dalam hati saya berkata,

“Anak-anak itu nampak begitu ramah”

Sehingga ini di luar ekpektasi, sebuah sekolah dengan segudang prestasi akademik, dalam pandangan awal saya, “murid-muridnya akan nampak serius, bahkan cenderung cuek”. Namun, kenyataannya mereka ramah.

Begitu pula saat kami berkunjung ke arena outbond yang dibawakan oleh kakak-kakak OSIS, tak disangka-sangka, datang mendekat kepada saya, seorang kakak OSIS, menjelaskan kegiatan outbond yang sedianya segera dilakukan, yang bertemakan Fokus dan Ramah. Sebuah tema yang nampak bertentangan, namun bisa dijelaskan dengan baik oleh kakak OSIS ini.

Hal yang sama juga terjadi ketika saya berkunjung ke lapangan, seorang ketua OSIS tiba-tiba datang memberikan penjelasan tentang kegiatan yang sedang dilakukannya. Kakak-kakak OSIS nampak profesional dalam menjalankan tugasnya, karena mereka sudah mendapatkan pelatihan yang intensif dalam waktu yang cukup lama, sebelum mereka membantu sekolah dalam kegiatan MPLS Ramah. Demikian halnya ketika saya berkunjung ke perpustakaan, saya disambut oleh anak-anak “sahabat perpustakaan” yang juga menjelaskan kegiatannya.

Konon, banyak sekolah dari berbagai daerah di Indonesia yang berkunjung melakukan studi banding di sekolah ini. Mudah-mudahan mereka bisa menemukan rahasia sukses sekolah ini, yaitu memprioritaskan membangun lingkungan belajar dan lingkungan akademik dengan nilai-nilai sosial budaya yang ramah, saling respect, saling menguatkan, hangat, aman, nyaman, well-being, dst. Jadi teringat sebuah adagium “Mendahulukan Adab sebelum ilmu”

Jadi teringat sebuah tulisan, bahwa di Australia, Well-being lebih diutamakan daripada prestasi akademik. Karena sesungguhnya, anak-anak tidak akan mencapai prestasi akademik yang hebat, tanpa dilandasi oleh lingkungan belajar yang aman, nyaman dan supportif seperti yang dipersyaratkan dalam Pembelajaran Mendalam.

Hermawan, 16 Juli 2025

 

Tulisan dari Bapak Drs Hermawan

Pengawas sekolah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

0

You may also like

Magnolia: Peringatan Hari Kartini Tahun 2026
Lukisan Seni  Karya Siswa di Pameran “The Changing Realities Throughout Our Lives”
Family Gathering Paguyuban SMA Katolik St. Louis 1: Harmony in One Family

Admin Web