SMAK St. Louis 1 telah memulai sistem pembelajaran hybrid untuk seluruh peserta didik kelas X, XI, dan XII. Berbeda dengan pembelajaran daring, pembelajaran hybrid adalah sistem pembelajaran yang memadukan pembelajaran daring dan pembelajaran tatap muka. Pembelajaran hybrid ini merupakan kegiatan transisi untuk menuju masa new normal Covid-19 di Indonesia.

Sistem pembelajaran hybrid ini bersifat opsional untuk peserta didik. Peserta didik dapat memilih untuk menjalankan pembelajaran hybrid maupun pembelajaran seluruhnya online. Untuk peserta didik yang memilih menjalankan pembelajaran hybrid, jadwal pembelajaran hybrid dibagi berdasarkan nomor absen genap dan ganjil. Jumlah siswa yang diperbolehkan dalam satu kelas adalah 18 peserta, sebesar 50% dari jumlah keseluruhan siswa-siswi di dalam kelas.

Mengingat situasi dan kondisi pandemi, dalam pembelajaran hybrid kantin sekolah tetap ditutup dan peserta didik tidak diperbolehkan meninggalkan kelas saat istirahat. Peserta didik dapat makan di kelas dengan makanan yang disediakan oleh catering, atau membawa bekal dari rumah. Hal ini untuk mengurangi kerumunan dan mencegah munculnya cluster Covid-19 yang baru.

Agar kesehatan peserta didik terjaga, prosedur kesehatan wajib dilakukan oleh peserta didik. Peserta didik yang mengikuti pembelajaran secara offline wajib menyediakan masker, face shield, hand sanitizer, tisu basah dan tisu kering, serta peralatan makan dan minum sendiri. Tambahan pula, peserta didik wajib menggunakan alat tulis-menulis sendiri dan tidak boleh saling pinjam-meminjam.

Dengan dilakukannya pembelajaran hybrid dengan prosedur kesehatan, diharapkan dapat SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya dapat memberikan pendidikan yang lebih optimal dan maksimal.

0

You may also like

University Collaboration Practice: Universitas Katolik Widya Mandala dan Universitas Surabaya
Interview: Parallel Series – Wynnona Pheeby Yansen
Alumni Sinlui Meraih Juara di PON XX Papua