Seminar Fase F yang diselenggarakan pada Jumat (27/2) di Lazaris Hall, SMA Katolik St Louis 1 Surabaya menjadi ruang refleksi sekaligus penegasan arah bagi peserta didik kelas XI. Di tengah beragam pilihan mata pelajaran yang harus dipilih, sekolah menghadirkan narasumber dari Universitas Kristen Petra untuk membantu siswa kelas X menimbang pilihan secara matang.
Memilih mata pelajaran bukan sekadar menyusun jadwal belajar. Namun, di dalamnya tersimpan konsekuensi akademik, rencana studi lanjut, bahkan arah karier di masa depan. Pada fase ini, siswa kelas X tidak lagi berada pada tahap “coba-coba”, mereka dituntut mengenali minat, membaca potensi diri, sekaligus memahami peluang yang tersedia. Oleh sebab itu, seminar hadir bukan sebagai seremoni, melainkan sebagai pendampingan yang mendalam bagi siswa kelas X.
Paparan narasumber membuka pikiran siswa kelas X tentang keterkaitan antara pilihan mata pelajaran di kelas XI dengan program studi di perguruan tinggi. Siswa diajak melihat bahwa setiap keputusan hari ini memiliki relevansi jangka panjang. Diskusi berlangsung mendalam; pertanyaan-pertanyaan yang muncul mencerminkan kegelisahan sekaligus kesadaran baru bahwa masa depan perlu dirancang, bukan sekadar dijalani.
Langkah sekolah menghadirkan sebagai bentuk pendampingan mendalam bagi siswa kelas X. Kolaborasi ini memperkaya wawasan siswa, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan menengah dan pendidikan tinggi merupakan mata rantai yang saling terhubung. Ketika informasi disampaikan langsung oleh pihak yang berkompeten, siswa memperoleh gambaran yang lebih utuh dan realistis. Seminar Fase F menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai dan kelulusan, melainkan tentang kesiapan mengambil keputusan.








