Pengawas Sekolah Sebagai COACH (16) “Pembinaan dengan Standar Tinggi”
Hari Jumat minggu lalu, saya mendapatkan surat tugas untuk melakukan visitasi perpanjangan ijin operasional pada sekolah binaan saya yang dikenal dengan prestasinya mencapai nilai UTBK terbaik se Jawa Timur.
Pertemuan ini merupakan pertemuan kedua, setelah kunjungan saya pertama pada masa MPLS awal tahun ajaran baru lalu. Sengaja kami sepakat kunjungan ini tepat pada saat sekolah mengadakan pameran pendidikan yang menghadirkan ratusan perguruan tinggi dari dalam maupun luar negeri. Menurut Kepala Sekolah stand pameran habis dalam hitungan hari ketika program ini baru diluncurkan.
Berhubungan hari itu hari Jumat, yang dikenal sebagai hari pendek, dan juga ada kegiatan pameran pendidikan yang rencananya kami kunjungi, maka sebelum kunjungan saya sudah merencanakan apa yang akan saya tanyakan dan lakukan pada pertemuan tersebut.
Pertanyaan lebih saya arahkan kepada pendalaman terhadap apa yang sudah disampaikan oleh pihak sekolah sebelumnya pada pertemuan pertama. Pertanyaan pertama berkiatan dengan prestasi UTBK, yang kedua berkaitan dengan prestasi dalam bidang Bola Basket yang cukup disegani dan yang terakhir berkiatan dengan sikap ramah anak-anak di sekolah tersebut. Bagaimana pembinaannya ?
Berkaitan dengan UTBK Ibu Kepala Sekolah menjelaskan bahwa, pertama anak-anak yang masuk ke sekolah tersebut sudah melalui proses seleksi yang ketat sehingga inputnya sudah bagus. Selain itu, budaya belajar dan berprestasi di sekolah tersebut sudah tertanam dengan baik.
Berkaitan dengan prestasi dalam bidang Bola Basket, nampaknya sekolah ini juga melakukan pembinaan yang profesional. Pertama, karena sekolah ini dikenal dengan prestasi basketnya, maka banyak anak-anak yang suka main basket masuk ke sekolah ini. Kedua mereka menyiapkan tim bola basket dengan latihan yang berdisiplin jauh-jauh hari. Sehingga jika pertandingan basket diadalakan pada bulan Oktober, maka pada bulan Pebruari Tim Basket sudah rajin berlatih. Tak heran mereka memperoleh prestasi yang bagus dengan standar latihan yang profesional seperti itu.
Berkaitan dengan anak-anak sekolah tersebut yang nampak ramah tamah dan sopan santun, satu dengan yang lain, ternyata tidak datang dengan sendirinya. Melainkan dengan pembinaan yang profesional. Bayangkan murid-murid sekolah ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda, namun di sekolah ini mereka bisa dipersatukan dengan budaya ramah tamah satu dengan yang lain. Ini merupakan prestasi yang luar biasa menurut pandangan saya pribadi.
Bagaimana pembinaan berkiatan dengan sikap ramah tamah ini ?
Ibu Kepala Sekolah menjelaskan bahwa hal itu diawali dari kepala sekolah dan guru serta staf lainnya. Mereka senantiasa bersikap ramah terhadap murid-murid mereka. Selain itu, juga dilakukan pembinaan dengan menjalin kemitraan dengan OSIS. Ada ratusan anak yang tergabung dalam OSIS mendapatkan pelatihan selama berbulan-bulan sebelum mereka terjun menjadi pendamping guru pada masa MPLS. Sehingga ketika mereka menangani MPLS sudah disiapkan berbagai skill pelatihan dan skill sikap yang berkaitan dengan keramah-tamahan dengan sebaik-baiknya. Tak heran pada kunjungan saya pertama, pada masa MPLS anak-anak nampak begitu ramah setiap saya berpapasan dengan mereka.
Saya jadi teringat, ketika saya menonton video anak-anak yang sedang melakukan senam. Seorang wakil kepala sekolah menjelaskan bahwa yang mahal dari video itu adalah kameranya. Anak-anak dengan inisiatifnya sendiri, menyediakan kamera profesional untuk membuat video senam dari berbagai sudut pandang.
Dengan kata lain, apapun yang dikerjakan di sekolah ini, dilakukan dengan standar yang tinggi. Tak heran mereka berptestasi dalam berbagai bidang.
Masih ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, namun tulisan ini sudah cukup panjang untuk sementara saya cukupkan sampai di sini dulu.
Terima kasih atas perhatiannya
Hermawan, 06 September 2025
